Showing posts with label Delicious Thought. Show all posts
Showing posts with label Delicious Thought. Show all posts

Dec 22, 2011

Some Songs are (mirror of my) Life

Terkadang ketika mendengarkan satu lagu tertentu, ada keping-keping kenangan yang menyusup masuk tanpa diundang. Memicu ingatan yang lama terkubur, yang membuat saya heran karena saya masih mengingatnya walau sudah entah berapa banyak tahun terlewati. Memang ingatan manusia sangatlah hebat, masih menyimpan segala detil kejadian selama masa hidup, tapi semua itu tidak membuat kita gila, karena ingatan-ingatan itu hanya muncul ketika kita ingin mengingatnya atau ada sesuatu yang memicunya (seperti lagu-lagu tertentu). 

Ingatan yang muncul diam-diam itu seringkali membuat saya tersenyum getir, karena kebanyakan dari lagu-lagu itu membawa rasa pahit manis alias bittersweet.  Mungkin pada suatu masa, kejadian yang terkait dengan lagu itu membawa saya terbang ke awang-awang. Dunia terasa Indah dan lagu itu membuatnya sempurna. Tetapi dengan berlalunya waktu, rasa manis itu perlahan memudar. Dunia tak lagi sempurna. Saya kembali menginjak bumi. My rose tinted glassed sudah terangkat. Yang tersisa adalah kenangan dan rasa itu: bittersweet.

Nov 21, 2011

Distance is a Test


Long distance relationship is not easy, but it is possible.


Membaca lini masa dan juga cerita beberapa teman mengenai LDR mereka, membuat saya terkenang akan beberapa LDR yang pernah saya jalani dulu. Ternyata, setelah dipikir-pikir, saya cukup akrab dengan mahluk bernama LDR ini. Bahkan sampai sekarang pun LDR ini masih saya jalani hubungan dan entah kapan kami bisa bersama lagi tanpa terpisah jarak. Yah walaupun sebenarnya jarak di antara kita tidaklah sejauh itu, hanya 2 jam perjalanan saja dan kami pun bisa bertemu. Tapi tetap saja, di antara waktu 2 jam itu, begitu banyak hal yang mungkin terjadi dan begitu banyak jalan yang harus dipilih yang bisa jadi membawa kami lebih dekat atau malah menjauhkan kami. 

Ujung-ujungnya, semua cerita dan kisah itu membuat saya mengingat-ingat kenapa hubungan saya yang dulu itu tidak berhasil. Dulu rasanya cinta bisa mengalahkan segalanya, termasuk jarak. Tapi tetap saja buktinya hubungan itu tidaklah langgeng.


Sep 5, 2011

Kapan oh Kapan

Kapan?” Mungkin itulah kata tanya yang paling menyebalkan bagi saya. Celakanya, kata “kapan” itu pasti selalu wajib muncul di setiap masa Lebaran. Yah mungkin titik utamanya bukanlah Lebarannya, tetapi dalam pertemuan keluarga alias kumpul-kumpul yang pasti terjadi saat Lebaran. Bukankah Lebaran adalah waktu untuk bertemu dengan sanak saudara?
Nah “kapan” ini pertama kali muncul saat masih kuliah, dengan “Kapan lulus?”. Beruntunglah saya sudah kerja sebelum lulus, sehingga tidak sempat kena “Kapan kerja?”. Tapi sudah pasti setelah bekerja, yang ditanyakan adalah “Kapan nikah?” apalagi kalau sudah ada saudara yang menikah duluan alias “dilangkahi.” Setelah menikah, tentu saja yang ditanyakan adalah “Kapan hamil?” atau “kapan punya anak?” 

Jul 22, 2011

Demi Diskon

Diskon mungkin adalah kata yang disukai banyak orang. Tapi pengorbanan dari diskon ini terkadang sangatlah besar, dan syukurnya (atau sayangnya?) konsumen Indonesia adalah tipe yang rela berkorban demi diskon sekecil apapun. Lihat saja betapa ramainya mall pada saat acara Midnight Sale, Jakarta Great Sale, atau apapun yang berbau-bau sale. Lihat juga betapa banyak orang yang rela jauh-jauh ke berbagai merek Hypermarket demi mendapatkan barang yang lebih murah dibandingkan dengan toko di dekat rumahnya, walaupun mungkin jika dihitung dengan ongkos dan waktu yang dikeluarkan, sebenarnya jatuhnya sama saja.


Jun 12, 2011

Membangkitkan Naluri Menulis

Sudah lama saya absen dari dunia tulis-menulis, bahkan colak-colek blog pun tidak lagi. Itulah salah satu alasan saya untuk membuat blog baru, supaya ada gairah baru untuk kembali menulis. 

Di bulan Juni ini, ada beberapa hal yang (seharusnya) membuat saya kembali menulis. Pertama, saya iseng ingin berpartisipasi dalam Arisan Cerpen Romantis Café Rusuh. Kedua, sedari dulu pernah berjanji untuk ikutan Lomba Cerita Pendek Fantasi alias Fantasy Fiesta, cuma sampai detik ini belum juga terlaksana. Ketiga, ada lomba lagi dari Weddingku untuk menceritakan kisah Honeymoon. Well, berhubung saya juga sedang belajar membuat jurnal perjalanan, sepertinya ini kesempatan yang baik untuk berlatih.

Seharusnya semua hal itu memancing saya untuk benar-benar mulai menulis. Bukannya malah bengong di depan komputer. Err…ya gak bengong juga sih, tapi mengerjakan pekerjaan kantor hehe, berhubung gairah menulis saya biasanya hanya muncul di kantor (kebiasaan buruk: korupsi waktu). Sudah ada beberapa ide seliweran di kepala, sebagian sudah tertuang dan sebagian lagi masih mencari bentuk. Hanya saja, terlalu lama absen menulis ternyata lumayan menyulitkan juga >.<. Contoh paling mudah adalah saya kesulitan untuk menggambarkan setting di dalam cerita. Rasanya kok tidak pas juga.  Sudah mencoba mencari ilham dengan membaca cerita kawan-kawan lain, tapi masih saja rasanya mentok. Ada pula ide cerita yang pada awalnya berteriak untuk dituangkan dalam kata, tapi begitu mencapai beberapa halaman, mulailah rasa bingung itu hadir: mau dikemanakan cerita ini ya?

Yah mungkin saya harus mencoba lebih keras, tanpa justifikasi diri dengan pekerjaan yang menumpuk dan dateline ketat. Toh semua penulis yang saya kenal juga rata-rata bekerja penuh waktu, namun mereka masih bisa menulis kan (ada yang mau bagi tips tidak ya hehe)?


Apr 14, 2011

Love vs Reality



I just found a really nice quote from  a romance novel (that some people may think don't have any literature value but hey....novel it's very entertaining, and that is what some people looking for when they read a book -sorry, a lil bit get carried away-)

"Love can conquer everything but reality. Which will win every stinking time." (JR Ward, Lover Unleashed)