Showing posts with label Delicious Story. Show all posts
Showing posts with label Delicious Story. Show all posts

Nov 24, 2011

Balon Merah Muda


Setiap kali melihat balon berwarna merah muda, saya selalu teringat kamu. Padahal kamu paling benci dengan warna merah muda. Warna ambigu, katamu, tidak merah dan tidak putih. Kamu lebih suka dengan warna-warna tegas, seperti hitam, merah, ataupun biru. Mungkin warna yang kamu sukai mencerminkan kepribadianmu yang tegas, tak mudah digoyahkan oleh apapun juga, bahkan oleh orang yang kamu cintai sekalipun. 

Saya tak pernah tahu kenapa sore hari itu kamu membeli sekumpulan balon berwarna merah muda. Saya masih ingat sore itu, sore yang cerah tak berawan, sore yang langka kita dapati di musim hujan, di mana hampir setiap sore hujan selalu turun membasahi bumi. Tapi saya tidak peduli apakah cuaca sedang cerah ataukah hujan, selama saya bersama kamu. 

Sep 15, 2011

Cincin Emas

All is fair in war and love.

Sayangnya, tidaklah fair untuk bersaing dengan hantu. 

Bagaimana mungkin aku bersaing dengan kenangan yang berurat akar selama 11 tahun? Dengan segala gelak tawa, amarah, dan air mata yang pernah dibagi. Dengan kemesraan yang terjalin demikian erat. Dengan cinta yang tak juga lekang oleh waktu. 

Sudah tiga tahun berlalu. Tidak, bukannya aku mensyukuri kepergiannya, atau bahkan bersorak atas kehilanganmu. Aku masih ingat wajah bersimbah air matamu saat menatap dirinya yang terbujur kaku. Aku masih ingat saat senyum yang biasanya selalu menghiasi bibirmu menghilang seiring dengan tubuhnya yang semakin mendingin. Aku masih ingat wajah sendumu saat duduk terpekur menatap peti mati kekasih tercintamu. Semua itu membekas dalam ingatanku dan membuatku semakin mencintaimu. 



Jul 20, 2011

[KUIS KUPUKUPU] Kupu-kupu Dalam Perut


“Kamu tahu arti kupu-kupu dalam perutku?”
Dadun terdiam, berpikir nampaknya, entah melamun. “Butterfly in my stomach.”
“Yeee itu sih terjemahannya. Gak menjawab pertanyaan ah.”  
 “Aku tidak tahu artinya, tapi ada kupu-kupu yang hidup dalam perutku saat ini. “
“Ah masa? Mana mungkin ada kupu-kupu hidup dalam perut?” Minie menatap Dadun tak percaya.
“Akan kutunjukkan besok. Biasanya kupu-kupu itu lebih terasa hidup ketika bertemu denganmu setelah berpisah.”
***
“Mana kupu-kupu dalam perutmu?” todong Minie keesokan harinya.
“Sini mendekat. Kepak sayapnya hanya terasa kalau kamu dekat-dekat aku.” Dadun menggamit tangan  kanan Minie, diletakkannya tangan Minie tepat di atas perutnya.
“Rasakan ada getar-getar kecil di sana.” Minie mengerutkan dahi. Tangannya mengelus-elus perut Dadun, mencoba merasakan getar sayap kupu-kupu.
“Yang ada hanya seperti detak jantung. Dag Dig Dug.”
“Itu getar sayap kupu-kupu dalam  perut.  Kalau mau merasakan detak jantung, bukan di situ. Harus lebih ke atas lagi.” Jelas Dadun sabar. Kali ini dia menggamit tangan kiri Minie dan meletakkannya tepat di atas dada kirinya.
“Coba kamu rasakan. Beda kan?”
Wajah Minie berubah menjadi takjub. “Iya!  Gerakannya berbeda. Detak eh kepak kupu-kupu dalam perutmu lebih cepat dibandingkan detak jantungmu.”
“Kubilang juga apa.”
“Sejak kapan ada kupu-kupu dalam perutmu?”
“Sejak aku ketemu kamu pertama kalinya, dua bulan lalu. Kamu ingat?”
Tentu saja Minie ingat. Dua bulan yang lalu mereka bertemu di taman ini, dan mereka tak bisa berhenti untuk tidak bertemu lagi, nyaris setiap hari, di taman ini juga.
“Kenapa kamu bertanya tentang kupu-kupu dalam perut?” kali ini ganti Dadun bertanya.
“Karena aku membaca kalau kupu-kupu dalam perutnya adalah salah satu tanda jatuh cinta.”
“Lalu apakah ada kupu-kupu juga dalam perutmu?”
Minie menggeleng sedih. “Aku tak pernah merasakan kepak sayap kupu-kupu dalam perutku.“
***

Dec 2, 2009

Undangan Ini

Akhirnya dia datang juga.
Bersalut warna biru cerah kesukaanmu. Biru seperti langit, katamu. Membuat hati terasa damai saat memandangnya. Hiasan berwarna putih semakin mempercantiknya. Bagai menggenggam sepetak langit berhias awan. This is so you.
Tapi ada sentuhan selain dirimu. Di baliknya ada foto, kamu yang tersenyum dan saling memandang penuh cinta di sela dedaunan. This is so not you. Tak seperti kamu yang enggan bergandengan tangan di depan publik. Selalu menyembunyikan hubungan cintamu. Tapi kini ada foto mesramu di sana, bagai berteriak inilah pasangan hidupmu, selamanya.
Undangan ini sempurna.
Hanya ada satu kelemahan.
Ia bertuliskan namamu, tapi tak ada namaku.